Wali Kota Banda Aceh Kunjungi Korban KMP Aceh Hebat 2, Tekankan Pelayanan Terbaik di RSUZA

Banda Aceh baru-baru ini diguncang oleh insiden tragis yang melibatkan KMP Aceh Hebat 2, sebuah kapal motor penumpang yang mengalami letupan di ruang mesin. Pada Jumat, 12 Juni 2026, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengunjungi para korban yang sedang menjalani perawatan di RSU Zainal Abidin. Kunjungan ini tidak hanya menunjukkan dukungan dari pemerintah kota, tetapi juga menekankan pentingnya pelayanan medis yang optimal bagi para korban yang mengalami luka bakar serius.
Insiden KMP Aceh Hebat 2: Kronologi Kejadian
Insiden ini terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 10.45 WIB, ketika KMP Aceh Hebat 2 baru saja menyelesaikan pelayaran dari Sabang dan bersandar di dermaga. Sekitar 45 menit setelahnya, ledakan yang disertai kebakaran hebat terjadi di area kamar mesin kapal, memicu kepanikan di sekitar pelabuhan dan menyisakan 15 korban, termasuk 14 mahasiswa dari Politeknik Pelayaran Malahayati dan satu anak buah kapal. Semua korban mengalami luka bakar yang memerlukan perawatan intensif.
Reaksi Wali Kota Banda Aceh
Wali Kota Illiza, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota, Jalaluddin, serta beberapa pejabat lainnya, langsung mengunjungi ruang perawatan di RSUZA. Dalam kunjungannya, beliau memberikan semangat kepada keluarga para korban, berharap agar mereka segera pulih dan dapat kembali beraktivitas. “Semoga seluruh korban lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya, sambil meminta pihak RSUZA untuk memberikan pelayanan terbaik.
Pernyataan Duka dan Harapan untuk Penyidikan
Dalam pernyataannya, Wali Kota juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Beliau berharap agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini. Selain itu, beliau menekankan pentingnya investigasi menyeluruh oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab insiden dan memastikan bahwa prosedur operasional standar (SOP) kapal diperkuat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Keberuntungan di Tengah Musibah
Illiza menambahkan bahwa insiden ini berpotensi lebih berbahaya jika terjadi saat kapal sedang berlayar di tengah laut. “Untungnya musibah ini terjadi saat kapal bersandar di pelabuhan,” ungkapnya. Kejadian tersebut memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak mengenai pentingnya keselamatan di laut.
Investigasi dan Penanganan Korban
Pihak kepolisian, khususnya Tim Inafis Polresta Banda Aceh, sedang menyelidiki kejadian tersebut untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari letupan yang terjadi. Area sekitar lokasi kejadian telah diamankan untuk mendukung proses investigasi. Tim juga sedang mengumpulkan kesaksian dari kru kapal dan saksi lainnya untuk menyusun kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Data Korban dan Penanganan Medis
Data awal menunjukkan bahwa semua korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda. Mereka mendapatkan penanganan darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Penanganan medis yang cepat sangat penting untuk memastikan bahwa para korban menerima perawatan yang memadai, terutama bagi mereka yang mengalami luka bakar serius.
- 15 korban luka bakar, terdiri dari 14 mahasiswa Poltekpel Malahayati dan 1 anak buah kapal.
- Insiden terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 10.45 WIB.
- Ledakan berasal dari ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.
- Pihak berwenang sedang melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti.
- Tim medis dan petugas kesehatan melakukan evaluasi dan penanganan cepat.
Respons dan Tindakan dari Pihak Berwenang
Tindakan cepat dilakukan oleh berbagai pihak di kawasan pelabuhan untuk mengevakuasi korban serta mengendalikan situasi. Awak KN SAR Kresna yang berada di lokasi segera bergegas membantu proses evakuasi. Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan Banda Aceh juga turut memberikan pertolongan pertama kepada para korban sebelum mereka dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Penanganan Korban
Seluruh korban dievakuasi menggunakan armada Bus Trans Koetaradja yang dikawal oleh petugas, serta didampingi sejumlah ambulans. Langkah ini dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa para korban segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Hingga saat ini, kondisi para korban terus dipantau oleh tim medis di RSUD dr. Zainoel Abidin.
KMP Aceh Hebat 2: Armada Vital untuk Transportasi Laut
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat KMP Aceh Hebat 2 merupakan salah satu armada vital yang melayani transportasi laut antara Sabang dan Banda Aceh. Masyarakat kini menunggu hasil investigasi resmi yang dapat mengungkap penyebab pasti ledakan dan kebakaran dalam insiden tersebut. Pihak otoritas terkait, melalui General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, telah mengonfirmasi kebenaran peristiwa ini dan akan terus memberikan pembaruan informasi.
Kesimpulan dari Kejadian Tragis Ini
Insiden di KMP Aceh Hebat 2 menunjukkan betapa pentingnya keselamatan di laut dan bagaimana tindakan cepat dari pihak berwenang dapat membantu dalam situasi darurat. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, telah menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga mereka. Dengan harapan agar kejadian serupa tidak terulang, semua pihak diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari insiden ini.


