Kominfo Tasikmalaya Tingkatkan Kerjasama Media: Roni Imbroni Bahas Legalitas dan Arah Kemitraan Baru

Di era informasi yang terus berkembang, hubungan antara media dan pemerintah daerah menjadi salah satu aspek penting dalam penyebaran informasi yang efektif. Di Tasikmalaya, Kominfo berupaya mengoptimalkan kerjasama media untuk menciptakan sinergi yang lebih baik. Namun, tantangan yang dihadapi menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah media yang ada dan yang terakomodasi secara resmi. Dengan lebih dari 80 media beroperasi, hanya 50 yang terdaftar dalam kerjasama resmi. Hal ini menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk memperbaiki sistem pendataan dan legalitas media agar kerjasama dapat berjalan lebih efektif dan transparan.
Arah Baru Kerjasama Media
Roni Imbroni, selaku Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) di Kominfo Kabupaten Tasikmalaya, menyadari perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerjasama media yang ada. Dalam pertemuan yang berlangsung pada tanggal 13 April 2026, Roni berbicara secara terbuka mengenai tantangan yang dihadapi. Ia menekankan pentingnya memiliki data yang akurat agar perencanaan kerjasama bisa lebih tepat sasaran.
Roni mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah satu-satunya masalah. “Akar masalahnya terletak pada data yang belum solid,” ungkapnya. Ketidakakuratan dalam perencanaan disebabkan oleh bertambahnya jumlah media, termasuk yang berasal dari luar daerah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Kominfo dalam menjalin kerjasama yang efektif.
Legalitas Media Sebagai Prioritas
Di tengah maraknya pertumbuhan media, Kominfo Tasikmalaya mengambil sikap tegas mengenai legalitas media. Roni menegaskan, pentingnya memastikan bahwa semua media yang terlibat dalam kerjasama telah terverifikasi secara resmi. “Kami tidak berani mengambil risiko dengan media yang belum lengkap legalitasnya,” ujarnya. Kewaspadaan ini diambil mengingat bahwa setiap kerjasama media berada di bawah pengawasan ketat dari lembaga-lembaga audit, seperti BPK dan KPK.
- Setiap kerjasama media harus memenuhi syarat legalitas yang jelas.
- Verifikasi media menjadi langkah awal sebelum menjalin kerjasama.
- Kesalahan administratif dapat berakibat pada konsekuensi hukum yang serius.
- Kominfo Tasikmalaya berkomitmen untuk membangun kerjasama yang transparan.
- Pentingnya data akurat dalam perencanaan kerjasama.
Menghadapi Perubahan Sistem Kerjasama
Selanjutnya, Roni juga menjelaskan tentang perubahan yang sedang dilakukan dalam sistem kerjasama media. Saat ini, Kominfo Tasikmalaya masih menggunakan dua skema, yaitu e-katalog dan kontrak manual. Namun, ini merupakan fase transisi menuju sistem yang sepenuhnya digital. “Tidak semua pihak siap dengan perubahan tersebut, tetapi arah menuju sistem digital sudah pasti,” tambahnya. Ini menunjukkan komitmen Kominfo dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses kerjasama media.
Dalam hal anggaran, Roni menjelaskan bahwa besaran dana yang diterima oleh media bervariasi, tergantung pada kapasitas masing-masing media. Penilaian dilakukan mulai dari media nasional, regional, hingga lokal. Meskipun ada perbedaan, prinsip keadilan tetap dijunjung tinggi, terutama untuk media lokal. “Kami ingin memberikan perhatian lebih kepada media lokal,” tegasnya.
Kebijakan Kerjasama Pemberitaan
Baru-baru ini, Bupati Tasikmalaya juga mengeluarkan kebijakan yang menetapkan bahwa semua kerjasama pemberitaan harus melalui satu pintu di Kominfo. Meski demikian, tidak semua bentuk kerjasama akan ditarik sepenuhnya ke Kominfo. Misalnya, untuk pengumuman hari besar dan publikasi oplah, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih bisa menganggarkan secara mandiri. Ini menunjukkan adanya keseimbangan antara sentralisasi dan otonomi OPD dalam kerjasama media.
Di akhir pernyataannya, Roni menyampaikan bahwa hubungan antara pemerintah dan media tidak hanya sebatas formalitas. “Media adalah bagian integral dari komunikasi publik pemerintah,” ujarnya. Ia berharap agar media dapat menyajikan informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga positif dan edukatif. “Kritik yang diberikan harus berbasis data dan objektif, bukan bersifat personal,” tambahnya.
Menuju Kemitraan yang Lebih Bermakna
Dalam menghadapi dinamika media yang terus berubah, Kominfo Tasikmalaya bertekad untuk melakukan perbaikan. Proses ini mungkin berjalan pelan, tetapi tujuannya jelas: menciptakan sistem kerjasama yang lebih terstruktur dan bermakna. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan kerjasama media Kominfo Tasikmalaya dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Roni Imbroni percaya bahwa dengan membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan antara pemerintah dan media, akan tercipta ekosistem informasi yang lebih sehat. Media diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah dengan menyajikan informasi yang berkualitas dan mendidik.
Dengan demikian, kerjasama media Kominfo Tasikmalaya bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.
