Kolaborasi Pemda dan TNI Mendorong Efektivitas Pencapaian Target Pembangunan Desa

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong efektivitas pembangunan di tingkat desa. Di Lombok Timur, sinergi ini terlihat jelas dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membangun infrastruktur, tetapi juga untuk memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat. Dalam konteks inilah, kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, pada kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) menjadi sangat signifikan.
Pentingnya Sinergi antara Pemda dan TNI
Dalam sambutannya, Sekda H. Muhammad Juaini Taofik memberikan pengakuan yang tinggi terhadap kepemimpinan Dandim 1615/Lotim. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI sangatlah krusial untuk mempercepat proses pembangunan. Pembangunan yang terintegrasi dan bekerja sama akan memberikan hasil yang lebih maksimal.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal jika kita hanya bertindak sendiri-sendiri. Kebersamaan adalah kunci untuk mencapai target pembangunan secara lebih cepat dan efektif,” ungkap Sekda dengan penuh keyakinan.
Keberhasilan Melalui Kebersamaan
Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa tanpa adanya kolaborasi dan sinergi, tujuan pembangunan akan sulit untuk dicapai. “Alhamdulillah, dengan kerja sama yang baik, semua pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat,” tambahnya. Pernyataan ini mencerminkan optimisme dan semangat yang ada di dalam tim, baik dari pemerintah daerah maupun TNI.
Pemilihan Lokasi TMMD: Desa Paok Lombok
Dalam konteks pemilihan Desa Paok Lombok sebagai lokasi pelaksanaan TMMD, Sekda menjelaskan bahwa desa ini merupakan salah satu pusat produksi pangan dan hortikultura di Kecamatan Suralaga. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur seperti talut dan jalan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga untuk desa-desa di sekitarnya.
“Pembangunan infrastruktur di sini akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi masyarakat Desa Paok Lombok, tetapi juga bagi desa-desa di sekelilingnya,” jelas Sekda.
Realisasi Aspirasi Masyarakat
TMMD bukan sekadar sebuah program pembangunan fisik, tetapi juga merupakan manifestasi nyata dari aspirasi masyarakat yang telah direncanakan secara bersama. Sekda menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun oleh TNI turut menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai pudar di tengah masyarakat.
“Salah satu aspek yang sangat membanggakan adalah bagaimana semangat TNI yang tinggi mampu membangkitkan kembali budaya gotong royong dan suasana harmonis di desa-desa kita,” pungkasnya.
Evaluasi dan Dukungan dari Tim Wasev
Brigjen TNI Wawan Setiawan, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), memberikan penilaian positif terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan TMMD di Lombok Timur. Ia mencatat bahwa seluruh tahapan, mulai dari usulan di tingkat desa hingga penentuan program prioritas, telah berjalan dengan sangat baik.
“Proses yang dimulai dari usulan masyarakat dan dikoordinasikan di tingkat kabupaten menunjukkan bahwa kita bergerak ke arah yang benar,” ujarnya.
Program TMMD untuk Pembangunan Desa
Brigjen Wawan menyatakan harapannya bahwa berbagai program fisik dan non-fisik dalam TMMD dapat mendorong percepatan pembangunan desa. Program ini juga diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
- Membangun infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pemberdayaan.
- Memperkuat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat.
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
- Menghidupkan kembali budaya gotong royong di desa.
Harapan untuk Perawatan Infrastruktur
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Wawan juga mewakili Penanggung Jawab Operasional (PJO) Pusat, berharap agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dirawat dan dipelihara oleh masyarakat. Hal ini penting agar manfaat dari pembangunan bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat semua infrastruktur yang telah dibangun bersama ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” tambahnya.
Monitoring dan Penyerahan Bantuan Sosial
Kunjungan Tim Wasev bertujuan untuk memantau progres pelaksanaan TMMD di lapangan dan menjadi dasar evaluasi serta laporan kepada pimpinan pusat. Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana dan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat, serta dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan TMMD.
Partisipasi dari jajaran perwira Kodim 1615/Lotim, Kasiter Korem, Forkopimca, Kepala Dinas Pertanian, Kapolsek, serta tokoh masyarakat setempat menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung keberhasilan program ini.
Secara keseluruhan, kolaborasi pemda dan TNI dalam program TMMD di Lombok Timur tidak hanya menciptakan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya gotong royong dalam masyarakat. Melalui sinergi ini, diharapkan pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan efisien, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun masa depan yang lebih baik.





